MEULABOH – Ridyani. Suryawi namanya. Dara hitam manis itu adalah alumni Jurusan Akuntansi dan Keuangan SMKN 1 Meulaboh tamatan tahun 2000.
Hari ini menyemangati adik-adik letingnya dengan membagikan kisah suksesnya di hadapan Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, serta 900 peserta dzikir dan do’a rutin ASN jajaran Pemerintah Aceh yang mengikuti kegiatan itu via konferensi video, Jum’at (18/3/2022)

“Pada saat menjadi siswa SMKN 1 Meulaboh jurusan Akuntansi dan Keuangan, saya magang selama enam bulan di PT. Bank Aceh Syariah. Tamat dari SMK tahun 2020, saya mendapat panggilan untuk bekerja di PT. Bank Aceh Syariah Sebagai Teller Samsat . Setelah mengikuti tes seleksi Alhamdulillah diterima, sekarang tahun kedua saya bekerja di PT. Bank Aceh Syariah dengan salari yang alhamdulillah nilainya memadai,” ungkap Ridyani.

Dalam testimoninya, Ridyani menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah membimbing hingga dirinya berhasil, seperti saat ini.

“Saya berharap kepada adik-adik untuk masuk SMK yang langsung mengasah keahlian di bidang masing-masing. Yakin, rajin dan bersemangat. Insya Allah, SMK Bisa!” Imbuh Ridyani.

Tak hanya Ridyani, Rina Elvida salah seorang Guru Berprestasi di SMKN 1 Meulaboh juga menyampaikan testimoni. ASN yang sudah mulai mengabdi sebagai guru bantu di SMKN 4 Meulaboh tersebut sejak tahun 2009 itu mengaku senang mengajar di SMK.

“Saya mulai mengajar pada tahun 2009 di SMKN 4 Meulaboh sebagai guru bantu, diangkat menjadi PNS tahun 2014 sebagai guru kejuruan Teknik Audio video di SMKN 2 Meulaboh. Di tahun 2017, saya mengikuti program Revitalisasi guru SMK yaitu Keahlian Ganda kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, sehingga pada tahun 2019 dimutasi ke SMKN 1 Meulaboh,” ujar Rina Elvida.

Dalam testimoninya, Elvida juga menyampaikan sejumlah pelatihan yang telah diikuti, diantaranya Asesor Kompetensi di bawah BNSP pada tahun 2019, Pembatik level 4 sebagai Sahabat Rumah Belajar Aceh tahun 2020 dan Pendidik bersertifikat Google level 1 pada tahun 2021.

Elvida mengungkapkan, sejumlah siswa TKJ yang ia bimbing sudah diterima bekerja di PT. Indo Marco Prismatama 1 orang, PT Dunia Barusa Meulaboh 2 orang, PT Indonesia Comnets Plus 1 orang, CV. Sumber Inti computer 1 orang, CV. Indicom 1 orang, CV. Multimedia 1 orang, dan 4 orang berwiraswasta. Dan, siswa yang melanjutkan studi sebanyak 1pq8 orang.

Selain itu, Khaori Suci Armadani, salah seorang siswa berprestasi, yang saat ini berada di kelas XI kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, juga menyampaikan testimoni.

“Saya pernah mengikuti kegiatan magang dalam negeri tingkat nasional di PT. Antar Nusa di Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Aceh mewakili Kabupaten Aceh Barat, selama 30 hari,” ujar Suci.

Suci menambahkan, dirinya juga pernah mengikuti lomba FLS2N dan berhasil meraih juara 2 tingkat kabupaten Aceh Barat bidang lomba Film pendek. Saat ini, Suci sedang mengikuti PKL di Universitas Teuku Umar.

“Setelah lulus, saya berencana membuka usaha service computer. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru yang telah membimbing dan mendidik saya, mohon do’anya semoga cita-cita saya bisa tercapai,” imbuh Suci.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Meulaboh Tarmizi menjelaskan, SMK Negeri 1 Meulaboh didirikan pada tanggal 03 Januari 1964. Saat ini jumlah SMK ini memiliki 20 rombel dengan jumlah guru sebanyak 48 orang, dan jumlah siswa 546 orang.

“Tahun 2021 SMKN 1 Meulaboh meluluskan 167 siswa. Dan, jurusan Akuntansi dan Keuangan berhasil meluluskan siswa terbanyak yaitu 52 orang. Selaun itu, Pada tahun 2021, sebanyak 45 siswa diterima bekerja melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK dan ada juga yang magang ke jepang. Target 2022 diterima kerja sebanyak 100 orang,” ujar Tarmizi.

Sementara itu, Sekda Aceh dalam arahannya, mengimbau para guru untuk lebih fokus membimbing dan mengarahkan siswa untuk memilih jurusan sesuai bakat.

“Agar kelulusan UMPTN siswa lebih baik, coba analisis kembali, petakan bakat siswa dan arahkan untuk memilih jurusan sesuai bakat. Harus ada upaya lebih, agar anak-anak kita bisa sukses lulus di UMPTN. Kami tahu tugas Bapak dan Ibu guru tidak mudah, namun dengan ketulusan dan keseriusan, Insya Allah kita akan mendapat hasil maksimal,” ujar Sekda berpesan.

Kegiatan zikir dan doa yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan ini diikuti oleh 900 partisipan, setiap partisipan berjumlah 10 hingga 30 orang.

Hari ini, Kepala Kantor Regional XIII Badan Kepegawaian Nasional Ojak Murdani, turut mengikuti zikir dan doa rutin bersama Sekda. Sejumlah Kepala SKPA juga turut mendampingi Sekda, di antaranya Asisten bidang Perekonomian Sekda Aceh Junaidi, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar, Staf Ahli Gubernur Aceh bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Bukhari dan Kepala Badan Kepegawaian Aceh Abdul Qahar. 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.