Suara Umum Aceh-Banda Aceh-Sekretariat Baitul Mal Aceh dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Keistimewaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Keistimewaan Aceh.

Selanjutnya Sekretariat Baitul Mal Aceh sebagai Satuan Kerja Pemerintah Aceh diatur dengan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 137 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Sekretariat Baitul Mal Aceh.

Peraturan Gubernur Nomor 137 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Sekretariat Baitul Mal Aceh, pasal 5 menegaskan,tugas Sekretariat Baitul Mal Aceh adalah menyelenggarakan administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan, mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Baitul Mal Aceh dan menyediakan serta mengkoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan oleh Baitul Mal Aceh.

Pada pasal 6 Peraturan Gubenur tersebut menetapkan fungsi Sekretariat Baitul Mal Aceh, sebagai berikut:

a. Penyusunan program Sekretariat Baitul Mal Aceh;

b. Pelaksanaan fasilitasi penyiapan program pengembangan dan teknologi informasi;

c. Pelaksanaan fasilitasi dan pemberian pelayanan teknis di lingkungan Sekretariat Baitul Mal Aceh;

d. Pengelolaan administrasi keuangan, kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, dan ketatausahaan di lingkungan Sekretariat Baitul Mal Aceh;

e. Pelaksanaan fasilitasi dan pelayanan teknis di bidang hukum dan hubungan umat;

f. Pelaksanaan pengelolaan perpustakaan, dokumentasi dan publikasi;

g. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi dan/atau lembaga terkait lainnya dalam mendukung tugas pokok dan fungsi Sekretariat Baitul Mal Aceh;

h.Pelaksanaan tugas-tugas kedinasaan lainnya yang diberikan oleh Pimpinan Baitul Mal Aceh.

Baitul Mal Aceh Salah lembaga keistimewaan dan kekhususan pada Pemerintah Aceh. tugas utamanya adalah mengumpulkan zakat dari para muzaki dan infak dari para munfiq. 

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh (BMA), Rahmad Raden S.sos, Selasa (05/04/2022) mengatakan hingga awal April 2022 ini BMA telah mengumpulkan zakat dan infak yang mencapai Rp11,59 miliar, yaitu dengan rician zakat sebanyak Rp8,95 miliar dan infak Rp2,64 miliar.

“Zakat dan infak tersebut dikumpulkan dari para ASN di lingkungan pemerintah Aceh. Selain itu dari karyawan pada lembaga non pemerintah Aceh/lembaga vertikal dan juga masyarakat umum lainnya,” kata  Rahmad Raden. 

Ia menjelaskan ASN di lingkungan pemerintah Aceh, pengumpulannya melalui Bendahara Umum Aceh (BUA) di Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA). Sedangkan lembaga non pemerintah Aceh/lembaga vertikal dan masyarakat umum menyetorkannya melalui rekening penampungan BMA atau melalui konter resmi di kantor BMA. 

Adapun rekening zakat BMA, diantaranya Bank Aceh Syariah : 61001040000095, Bank Syariah Indonesia : 7001569494 dan Bank Muamalat : 2410015978. Sedangkan rekening infak BMA, yaitu Bank Aceh Syariah : 61001040001311 dan Bank Syariah Indonesia : 8202020882.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para muzaki yang telah menyetorkan zakatnya dan juga kepada para munfiq yang telah menyerahkan infaknya. Semoga Allah menambahkan rizkinya dan permudahkan segala urusannya,” kata Rahmad Raden.

Ia menambahkan dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan zakat dan infak tersebut, BMA saat ini juga gencar melakukan sosialisasi ke organisasi-organisasi profesi dan lembaga vertikal yang berkantor di Aceh. Sehingga zakat dan infak yang terkumpul juga akan semakin bertambah.

“Harapannya semua organisasi dan lembaga tersebut akan menyetorkan zakat dan infaknya ke BMA. Semakin banyak zakat dan infak yang terkumpul, maka akan semakin banyak pula mustahik yang bisa dibantu,” pungkas Rahmad Raden[sumber [*****]

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.