suaraumumaceh.com-Aceh Utara : Kamis (20/10/2022) lalu, Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala menyalurkan program bantuan kepada korban banjir di Aceh Utara. Kegiatan yang bertajuk program Dana Solidaritas Umat ini mengunjungi masyarakat yang bertempat di desa Munje Matang Ubi, Kec, Lhoksukon.

Penyaluran ini dilakukan langsung oleh tim operasional yang dikoordinir oleh bapak A.A. Win Ariga Bungsu, S.KH., M.Si selaku Manajer Operasional Rumah Amal. Selain itu juga turut dihadiri oleh bapak Muliadi, S.T., M.T yang mendampingi proses penyaluran bantuan ke desa tersebut.

Donasi untuk program Dana Solidaritas Umat ini dibuka selama 1 pekan dan terkumpul bantuan sebesar Rp 13.507.500,-. Pengumpulan donasi yang dilakukan Rumah Amal juga bekerja sama dengan berbagai elemen lembaga mahasiswa, diantaranya LDK Fosma USK, HIMKA FKIP USK, HIMATIKA FMIPA USK, BEM AKAFARMA Aceh dan Asrama Mahasiswa KIP-K USK.

Total dana yang terkumpul ini kemudian disalurkan ke masyarakat terdampak bencana banjir Aceh Utara. Tujuan penyaluran dari tim Rumah Amal guna membantu meringankan beban masyarakat desa Munje Matang Ubi.

Bantuan yang diberikan berupa 1 paket bahan sembako yang terdiri atas 15 kg beras, 2 kg minyak goreng, 1 papan telur ayam, 2 buah ikan kaleng, 2 kg gula pasir dan 2 buah sabun cuci. Paket sembako ini diterima langsung oleh 45 Kepala Keluarga yang terdampak. Ucapan syukur dan rasa terima kasih yang besar disampaikan oleh bapak Muliadi yang mewakili penerima manfaat.

“Kami mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada tim Rumah Amal Universitas Syiah Kuala yang telah memberikan bantuan ini kepada masyarakat kami. Ini merupakan bantuan pertama yang tiba di desa ini. Oleh karena itu kami sangat bersyukur akan hal ini.

Semoga para donatur yang telah menyumbangkan hartanya mendapat keberkahan dari Allah SWT” ucap Muliadi.

Banjir yang telah menerjang daerah Aceh Utara kurang lebih selama 1 pekan ini masih meninggalkan dampak kepada warganya walaupun hampir setiap tahun bencana banjir ini terjadi. Bencana banjir yang menerpa desa Munje Matang Ubi ini sendiri memiliki ketinggian 80-100 cm.

Dampak terbesar yang dirasakan oleh penduduk desa ini adalah lahan pertanian padi yang hampir panen harus terendam banjir ini dan terancam gagal panen. Oleh karenanya dengan bantuan yg diberikan oleh Rumah Amal ini maupun dari pihak lain yang nanti akan berhadir ke sana diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

“Bencana ini bukan suatu hal yang kita inginkan dan dampaknya juga sulit untuk kita hindari. Dengan kehadiran kami di sini yang menyalurkan bantuan yang diamanahkan ke kami dapat sedikit membantu masyarakat yang ada di desa ini.

Tetap bersabar, ambil hikmah dan pelajaran dari setiap hal yang terjadi. Dan kami juga memohon doa agar para donatur senantiasa diberikan keberkahan” tutur Manajer Operasional Rumah Amal yang kerap disapanya AA win Ariga[Muarif]

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *