Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP), Kamis (6/10/2022 Yang lalu ) mengggelar Road Show Pasar Tani Aceh 2022, di Komplek Perkantoran DKPPP Lhokseumawe. Kegiatan tersebut hasil kerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi Aceh. 

Acara yang di buka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Pemko Lhokseumawe, T.Adnan, SE. dan Pemotongan Pita di lakukan oleh Pj Ketua PKK Kota Lhokseumawe, Rosnelly, SKM. Diikuti oleh 70 kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Propinsi Aceh, seperti Kota Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Besar. 

Plt Kepala DKPPP Lhokseumawe, Bukhari, S.Sos, M.Si dalam laporannya mengatakan. pada hari Tersebut berbagai hasil pertanian di jual di acara Road Show Pasar Tani Aceh 2022 ini, seperti Beras, Cabai, Telur dan sebagainya dengan harga yang lebih murah dari harga pasar. 

“Road Show Pasar Tani Aceh 2022 kerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi Aceh, berlangsung selama satu hari, dan di ikuti oleh 70 UKMK sebagai upaya membantu masyarakat untuk mendapatkan harga yang lebih murah, dan juga promosi hasil pertanian.”Kata Bukhari, S.Sos, M.Si. 

Kabid Holtikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Chairil Anwar MP mengatakan, kegiatan Road Show Pasar Tani Aceh 2022 di Kota Lhokseumawe ini merupakan tindak lanjut dari upaya Pemerintah Aceh untuk menstabilkan harga barang di pasar, apalagi Kota Lhokseumawe salah satu daerah penyumbang Inflasi di Aceh. 

“Di Aceh ada 3 Kota penyumbang Inflasi, Masing-masing Lhokseumawe, Meulaboh dan Langsa, kegiatan Road Show Pasar Tani Aceh ini bertujuan untuk bisa membuat uang masyarakat beredar di pasar tani UMKM.”terangnya. 

Selain itu Sekretaris Daerah Pemko Lhokseumawe, T.Adnan, SE dalam sambutannya mengatakan. Pemko Lhokseumawe sangat berterima kasih kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yang telah menggagas kegiatan Road Show Pasar Tani Aceh 2022 di Kota Lhokseumawe dan di harapkan kegiatan tersebut bisa di lakukan sebulan sekali. 

“Kami sangat berharap, kegiatan Road Show Pasar Tani Aceh ini di gelar setiap bulannya.”Harap T.Adnan, SE. 

Sementara itu pada kegiatan Road Show Pasar Tani Aceh 2022 ini, berbagai hasil pertanian dan produk kuliner di jajakan oleh UMKM dengan harga yang lebih murah, seperti Telur di jual Rp.40.000 Per papan, Beras Medium Rp.45.000 Per 5 Kilogram, Beras Premium Rp.55.000 Per 5 Kilogram, Beras Fortivit Rp.15.000 Per Kilogram, Minyak Goreng Rp.37.000 Per 2 Liter, Cabe Merah Rp.40.000 Per kilogram dan Bawang Rp.32.000 Per kilogram. 

Pasar Tani dan Manfaatnya

Kalau diurai berdasarkan rantai pangan, petani sebagai produsen pangan merupakan aktor yang terpenting sekaligus menjadi pihak yang paling banyak mencurahkan waktunya untuk memastikan berjalannya ketersediaan pangan. Petani juga menjadi aktor yang paling banyak dan rentan menghadapi risiko gagal berproduksi akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan berbagai faktor alam lainnya, ditambah lagi harga sarana produksi relatif mahal. “Ironinya, petani juga menjadi aktor yang mendapatkan keuntungan paling kecil dibanding aktor lainnya dari keseluruhan proses produksi pangan,”

Karenanya kemudian menjadi penting bagi berbagai stakeholder pangan untuk ikut membantu

membangun jalan berkeadilan bagi petani agar mendapatkan akses terhadap pasar untuk memastikan, keringat petani di ladang, sawah dan kebun-kebun mendapat ganjaran yang layak berupa harga produk yang berkeadilan dan menyejahterakan.

Setiap petani selalu dituntut untuk meningkatkan hasil produksinya, ternyata peningkatan produksi saja tidak cukup, meski hasil produksi melimpah kalau akses pasar sempit dan harga yang tidak bersahabat, maka bisa dipastikan peningkatan produksi tidak ada manfaatnya bagi petani.

Sebagai contoh ketika musim panen datang, itulah saat-saat yang paling dinanti oleh petani dan keluarganya karena berharap hasil jerih payah usahanya memberikan keuntungan yang memadai sehingga sebanding dengan peras keringat bantig tulang berbulan-bulan berkutat dengan tanaman.

Kenyataan terkadang tidak sesuai dengan harapan, harga yang diharap naik malah turun dengan berbagai macam alasan, padahal ongkos produksi tidaklah murah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak, petani harus dibantu dan agar memiliki posisi tawar sehingga kerugian bisa dihindari.

Lalu persoalan berikutnya adalah bagaimana mengorganisir pemasaran bersama supaya mereka punya nilai lebih. Petani itu juga kesulitan untuk mengorganisir sendiri pemasaran produksinya, karena secara umum petani itu hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi usaha taninya saja.

Dalam konteks ini, berbagai inisiatif untuk mendekatkan petani dengan pasar melalui platform yang kolaboratif mulai banyak dibangun di berbagai wilayah pertanian. Salah satunya adalah di Nunukan dengan membuka Pasar tani, hal ini digagas oleh Dinas Distanbun Aceh.

Petani melalui kelompok tani dan kelompok wanita tani yang ada di wilayah nangroe Aceh Darussalam menyambut baik adanya pasar tani, pasar tani menyediakan lapak tanpa dipungut biaya untuk petani secara langsung menjual hasil produksi kepada masyarakat secara luas, di tempat area yang strategis

Upaya memperpendek mata rantai pemasaran ini  perlu dukungan dari semua pihak, sehingga kehadiran pasar tani bisa konsisten. Petani merasakan manfaatnya, karena petani dalam menjual produknya dapat bertemu dengan konsumen secara langsung tanpa perantara, ini bisa menambah keuntungan bagi petani sehingga lebih bersemangat dan giat dalam berusaha tani

.Di pasar tani, petani dipersilahkan menjual atau mempromosikan apa saja yang menjadi produknya, baik dari hasil kebun berupa sayuran dan buah-buahan segar maupun produk olahan dari hasil budidaya pertanian. Produk pertanian dan hasil olahan  bisa langsung diperkenalkan kepada konsumen, semakin banyak orang mengetahui produk hasil dan olahan pertanian tentu ini menjadi berkah buat petani.

Selain itu juga petani diharapkan mengetahui dan menganalisis sendiri untung ruginya, karena petani  diberikan kesempatan yang luas menjadi aktor utama dari sektor hulu sampai hilir, tentunya ini menjadi tambahan pengalaman bagi petani. Dari pasar tani juga, konsumen bisa mendapatkan harga yang lebih murah dan petani bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan yang dijual oleh perantara Ucap Kepala Bidang Holtikultura Bapak Ir.Chairi Anwar MP.[Adv]

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *