Banda Aceh — suaraumumumaceh.com:Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Daroy Kota Banda Aceh genap berusia 51 tahun pada 24 Februari 2026. Lebih dari setengah abad, perusahaan air minum milik daerah ini menjadi tulang punggung pelayanan dasar masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Momentum hari jadi tersebut dipandang sebagai napas panjang pengabdian institusi pelayanan publik yang terus beradaptasi menjawab kebutuhan warga kota.

Di tengah berbagai dinamika dan kritik terkait distribusi serta kualitas layanan air, Perumdam Tirta Daroy dinilai mampu menjaga eksistensi dan keberlanjutan pelayanan. Berbagai persoalan teknis yang sempat muncul berhasil diatasi melalui kerja kolektif “tim biru” PDAM Banda Aceh, menunjukkan kapasitas manajerial dan respons cepat dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan air bersih.

Kepemimpinan Direktur Utama T. Novizal Aiyub, yang akrab disapa Ampon Yub, disebut sebagai faktor penting dalam transformasi pelayanan perusahaan. Gaya kepemimpinan yang tenang, loyal, dan adaptif mendorong berbagai inovasi layanan hingga Tirta Daroy diakui sebagai salah satu PDAM daerah dengan praktik pelayanan yang progresif dan menjadi rujukan bagi sejumlah daerah lain di Indonesia.

Perjalanan 51 tahun Tirta Daroy juga dimaknai sebagai fondasi masa depan layanan air perkotaan Banda Aceh. Air bersih tidak lagi dipandang sekadar layanan utilitas, tetapi sebagai aset keberlanjutan kota dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penguatan sistem pelayanan, jaringan distribusi, dan tata kelola perusahaan terus menjadi prioritas strategis dalam menjawab pertumbuhan kebutuhan warga.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, sinergi pemerintah kota dan Perumdam Tirta Daroy semakin diperkuat untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Dukungan kebijakan daerah menjadi landasan percepatan peningkatan infrastruktur air bersih, sehingga pelayanan semakin merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Banda Aceh.

Memasuki usia ke-51, Tirta Daroy membawa harapan besar sebagai institusi pelayanan dasar yang terus hidup dan berkembang bersama masyarakat. Sosok Ampon Yub beserta jajaran diharapkan mampu menjaga tradisi pengabdian tersebut, memastikan air bersih tetap menjadi hak dasar warga yang terjamin, sekaligus simbol keberlanjutan pembangunan Kota Banda Aceh di masa depan.(*****)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *